Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 November 2011

Wanita

Diposting oleh eva yuanita di 11/26/2011 09:18:00 PM 0 komentar
Tuhan, knp wanita sering menangis?
Jwb Tuhan: Karena wanita itu unik.
Aku ciptakan ia sbg mahluk istimewa,
KU kuatkan bahunya u/ menjaga anak2nya, 
KU lembutkan hatinya u/ memberi rasa aman,
KU kuatkan rahimnya u/ menyimpan benih manusia,
KU teguhkan pribadinya u/ trs berjuang saat yg lain menyerah,
KU beri dia naluri u/ mencintai anak2 dlm keadaan apapun, 
KU kuatkan bathinnya u/ ttp menyayangi walau dihianati oleh teman,walau disakiti oleh orang" yang ia sayangi
Wanita mahluk kuat,..
tp jk satu saat dia menangis itu krn KU beri dia air mata utk membasuh luka bathin dan memberi kekuatan baru.

All Sumber

Minggu, 01 Mei 2011

Jalan Kembali Pulang By. Arsyad Indradi

Diposting oleh eva yuanita di 5/01/2011 05:23:00 PM 0 komentar

Jalan Kembali Membentang

Mengosongkan bilik hati jadi ruang hampa
Jadi altar riwayat usia
Jiwa menyulut malam pijar memancar
Menyibak awan dalam jagat kelam
Api harapan dalamanya anganangan

Debar tumpah kenangan resah
Saat puput terakhir membuka gerbangkehidupan
Menatap antara keduanya masihkah ada cinta
Altar basah airmata sisigan impian
Tuhan beri aku lagi jalan

Beri aku zikir pada musafir
Beri aku doa pada fakir
Biarkan aku gila mengejar cahaya kerinduan
Mengejar cahayamu tuhan

“Enampuluhsatu lilin merah tiuplah
Padamkan ruang hampa padamlah segala dendam
Kembali melangkah jejak perjalanan panjang
Kaukah kado masa depan sayang”

kssb,31 Des 2010 (Mlm Ultahku ke-61)

Nalam Buat Yessika By. Arsyad Indradi

Diposting oleh eva yuanita di 5/01/2011 05:22:00 PM 0 komentar

Adakah lebih sanggama dari putik bunga
Dari kupukupu beribu warna
Kelopak romansa aroma semarainya
Tapi tibatiba jadi terbang kepak melayanglayang
Taman sukma jadi bayangbayang

Sejak kita di beranda itu Yessika
Kita pun tak pernah mampu menutup rawi kita
Yang tak habis ditulis dendamnya rindu
Saat berkaca pada jatuhnya tetes airmata
Yang selalu luput menafsir bahasa cinta

Sui Lan bisikmu lalu menatap cakrawala
Siapa meniti awangemawan yang berarak
Hatiku berkacakaca :
Duhai dua jiwa satu raga, satu jiwa dua raga
Tangan kita erat bergenggaman

Lalu kita pun melabuh sampan
Dari Barito dari Batanghari
Lalu kita dendangkan nalam kita :
( Sui Lan ) : Tebing mana menyimpan selaksa duka
Seloka luka
Kayuh bersimpuh
Mencari kemana riak arus pupus
( Yessika ) : Karang mana menyimpan selaksa duka
Seloka lara
Rindu yang luruh
Mencari kemana tempat berteduh
( Sui Lan ) : Barito mengalirkan dalamnya anganangan
Sungai tak ada lagi persinggahan
Putri junjung buih bermandi buih
( Yessika ) : Batanghari mengalirkan dalamnya impian
Sungai tak ada lagi tepian
Putri mayang bermandi mayang

Konon sampan itu Yessika masih juga berlabuh
Seperti tiada pernah sangsi mencapai muara ”DAMAI”
Aku masih ingat sayang kau menarik napas panjang

kssb,2 Jan 2011
(”DAMAI” = DAM-AI =Dimas Arika Mihardja –Arsyad Indradi)

Surat Kepada Jeng Kartini By. Arsyad Indradi

Diposting oleh eva yuanita di 5/01/2011 05:20:00 PM 0 komentar

Jumat, 29 April 2011


Setiap april aku tak jemu menulis surat
Dan tak berharap banyak untuk dibalas
Apa yang kutulis serupa curahanhati
Seperti halnya suratmu kepada Abendanon

Di April ini aku masih menulis
Tapi tidak seperti biasanya pada sepucuk kertas
Langit lebih leluasa merajut isi batinku
Dan Laut lebih leluasa mengombakkan maksudku

Mungkin kau merenung suratku bertinta merah
Tinta di telaga sejarah
Yang mengalir dari lubang peluru penjajah
Mengalir dari dada perempuanperempuan perkasa Jeng Kustiyah,
Dewi Sartika, Cut Nyak Dien, Cut Nyak Meutia, Ratu Zaleha dan ribuan perempuan perkasa yang luput dari catatan pekerja sejarah
Mungkin juga kau Jeng tafakur suratku lusuh dan basah
Karena larut di airmata perempuaperempuan malang
Pelacur,TKW,perempuan dalam kardus,perempuan kuning, penyadap karet,buruh kelapa sawit,buruh pabrik,pengemis,perempuan simpanan dan ribuan perempuan yang ternista di negeri yang sudah merdeka ini tetapi kehilangan ruh kemerdekaannya

Tanganmu gemetar membuka cermin hidupmu masa lampau
yang tak berdaya melepas pasungan ningratmu
Dan di dalam bilik peradaban purba menulis beberapa pucuk surat kepada sahabatmu di Belanda
seperti halnya perempuan penyair menulis sajak
menyuarakan hatinurani kaum perempuan
menyuarakan nasib buruk negeri ini

Berkalikali kubaca tulisan penutup suratmu yang kau layangkan padaku Jeng :
Yang lebih pantas hari perempuan bersejarah itu adalah “Hari Ibu”


kssb,21 April2011

Romansa Setangkai Bunga By. Arsyad Indradi

Diposting oleh eva yuanita di 5/01/2011 05:17:00 PM 0 komentar

Sempurnakan jerit setangkai bunga
Agar mimpi jangan gelisah
Waktu pagi dibasuh tangisan kecil
Tapi aku tak ingin siapa pun
Mengusik ujung kelopaknya
Sebab setiap tetes embun
Adalah suara rintihan riwayat
Kerinduan

Tak perlu jambangan
Sebab akulah jambangan setiap rintihan
Tuhan kutaruh keyakinan
Jangan kau sembunyi di balik angan-angan


Banjarbaru, 2001

Kisah Satangkai Kambang By. Arsyad Indradi

Diposting oleh eva yuanita di 5/01/2011 05:15:00 PM 0 komentar

Sampurnaakan ingui satangkai kambang
Supaya mimpi daham galisah
Wayah baisukan dibasuh tangisan kacil
Tapi aku kada handak siapa haja
Maaur hujung kalupaknya
Sabab satiap titik ambun
Adalah suara rintihan riwayat
karinduan

Kada parlu jambangan
Sabab akulah jambangan satiap rintihan
Tuhan kutaruh kayakinan
Jangan angkau sambunyi di balik anganangan

Banjarbaru, 2001

Musafir Rindu By. Arsyad Indradi

Diposting oleh eva yuanita di 5/01/2011 05:15:00 PM 0 komentar

Banyak orang mengira aku ini gila
Menertawai dan mencemoohku
Karena mereka tidak pernah menyelami risalahku
Wahai andai mereka tahu pasti mereka
Akan berdesakan ke pantai di mana kaki mereka
di pasir dengan mesra diciumi alunan ombak
takjub menyaksikan fenomena lautku
Dan mereka mengagumi karangku ketika dilanda ganasnya gelombang
Atau bersama camar bernyanyinyanyi di lubuk hatiku
Atau mereka akan menangisi dirinya sendiri karena
dahaga di gurungurun tandusku
Atau mereka tersedusedu ketinggalan kompas
ketika tersesat di rimbarimbamimpiku
Atau mereka menyesali diri tak mampu menyelamatkan
dirinya sendiri ketika terjatuh ke jurang hatiku
Ah tak habis risalahku ini kuutarakan walau matahari diurungkan ke barat
Tapi wahai andai pun aku ini gila
Pintaku biarkan aku gila dalam cintamu

Banjarbaru,2002

Seorang Gadis Di Muka Jendela By. Arsyad Indradi

Diposting oleh eva yuanita di 5/01/2011 04:54:00 PM 0 komentar


Wahai bagaimana aku bisa lari dari diriku sendiri
Airmataku tak keringkering menetesi rinduku
Jangan kau tipu lagi aku wahai langit khayalku
Kemana kau sembunyikan bulan dan bintang
Menjadikan hatiku lumpuh di padamnya malam
Kau mengusik pembaringanku tak hentihenti
Aku begitu tergesagesa berdandan menuju tidur
Wahai dusta mimpiku
Datang, o datanglah yang bersemayam di balik fajar
yang menjadikan aku merindu
Aku cemburu pada kicau burungburung
dalam pelukan cahya surya
Aku iri pada bungabunga bermandikan embun
O datang, datanglah padaku
Aku tak mampu lari dari diriku sendiri
Wahai


Banjarbaru,2001

Baturai Pantun By. Arsyad Indradi

Diposting oleh eva yuanita di 5/01/2011 04:52:00 PM 0 komentar

Cuka laang di dalam cupak
Kulang kaling buah timbatu
Takurasam kurihing simpak
Handak bujang tapilih balu

Mun malala santan Birayang
Nyiur gading nyiur tundunan
Mun talihat si ading bujang
Liur baik liur baungan

Kaluang guring bagantung
Bagantung di puhun kupang
Mun nasib kada bauntung
Di tangan diambil urang

Banjarbaru, ‘93

Mata Hati By. Arsyad Indradi

Diposting oleh eva yuanita di 5/01/2011 04:44:00 PM 0 komentar


Apa yang kau harapkan pada kasatmatamu dalam gelap
selain merabaraba atau menghentikan langkahmu

Suatu kali aku menjadi tamu pada sahabatku, kuketuk pintu,
kuucapkan salam. " ( Ia membalas dan menyebut namaku ),
masuklah pintu tak berkunci ". Kami berbincangbincang
Aku menjadi tamu lagi, dengan langkah pelan, kuketuk pintu,
aku tak mengucapkan salam. " ( Ia menyebut namaku),
masuklah pintu tak berkunci ". Kami berbincangbincang
seperti biasanya.
Aku bertamu lagi kali ini kakiku tak beralas
sehingga tak bersuara sedikit pun dan sangat pelan pintu kuketuk.
" (Ia menyebut namaku ), masuklah pintu tak berkunci ".
Banyak yang kami percakapkan.
Lama kami tak bertemu, aku kangen padanya.
Ketika sampai di muka beranda belum lagi naik
( pintu tertutup ) dari dalam sudah ada suara : "
( Menyebut namaku ), kemana saja lama tak bertandang,
masuklah dorong saja pintunya ". Subhanallah
Sahabat tunanetraku duduk di ruang tamu siap dua cangkir kopi.

Banjarbaru,1987

Kendati Hujan Gerimis By. Arsyad Indradi

Diposting oleh eva yuanita di 5/01/2011 04:43:00 PM 0 komentar

: r.sehan.w

kendati hujan gerimis
membenahi senja
kau masih juga memandang
lewat kaca jendela
mengeja bayangbayang

tapi tahukah kau
bahwa sungai telah merisalahkan
rumahrumah lanting
dalam sempurnanya senja
sebab gerimis mengekalkan
luruhnya cakrawala
pada sebuah pandang mata

maka tutuplah jendela
sungai dalam dirimu
akan mulai pasangpindua

Banjarmasin, 1972

Nyanyian Seribu Burung By. Arsyad Indradi

Diposting oleh eva yuanita di 5/01/2011 04:41:00 PM 0 komentar


Dalam padang rimba dunia
Di atas pohon bercabang lima
Ada nyanyian seribu burung
Lagu leluhur mengembang

Indahnya bumiku hijau
Meluncur keretapagi di atasnya
Putihnya putihmuda
Kami terbang di dalamnya

Adakah tetap saja jalannya kereta ini
Adakah tetap saja terbang kami bebas
Kami lihat kami lihat
Musim panas mengombak
Musim hujan mengepak

Mengapa engkau diam
Kubur saja mereka di sini
Di atas tumpukan kenangan
Sebelum petang tiba

Dalam padang rimba dunia
Di atas pohon bercabang lima
Ada nyanyian seribu burung
Ada bayi mati lemas dalam jantung
Banjarmasin, 1972

Inkarnasi Buat Sang Kekasih By. Arsyad Indradi

Diposting oleh eva yuanita di 5/01/2011 04:41:00 PM 0 komentar

Dirakit tujuh batang pisang tujuh tiang tebu merah
Berlangitlangit kain kuning di ruh sungai mengalir
Lengkaplah sudah tapaku tujuh purnama
Dan dalam janji wangsit
Telah kutambatkan di ulak banyumu
Maka berbuihlah hai buih
Cahaya bulan pengiring setanggi


Tujuh kuntum nagasari di taman sukma sejati
Kupetik atas nama tutus candi
Maka berujudlah hai Putri Buih anak babangsa


Di kukus dupa bersemayam hati yang rindang
Akulah bujang pilihan titis ruh Sukmaraga dan
Patmaraga
Yang bangkit dari Lubuk Badangsanak
Dalam lemakmanis minyaklikatbaburih
Mari kekasih kita turaikan segala rindu


Banjarbaru,1979


Putri Buih ( Putri Junjung Buih ), Sukmaraga dan
Patmaraga dalam cerita kisah Kasih Legenda rakyat
Banjar ( Kalsel ).

Edisi 14-20
Kumpulan Puisi Romansa Setangkai Bunga

Gurindam Buat Sang Kekasih By. Arsyad Indradi

Diposting oleh eva yuanita di 5/01/2011 04:36:00 PM 0 komentar


Aku adalah bahtera
Maka kau beri aku laut

Kau adalah pantai
Maka kuberi kau ombak

Aku adalah nakhoda
Maka kau beri aku kemudi

Kau adalah dermaga
Maka kuberi kau sauh

Tapi jika bahtera merapat ke dermaga
Pintaku jangan kau ajalkan rinduku


Banjarbaru,1981

Edisi 14-20
Kumpulan Puisi Romansa Setangkai Bunga

Rindu Dendam By. Arsyad Indradi

Diposting oleh eva yuanita di 5/01/2011 04:34:00 PM 0 komentar


Wahai rindu tunjukkan di mana rahasiamu
Cinta menjadikan aku pejalan jauh
Beri aku pengobat dukalaraku
Perihperi membuat aku dendam


Wahai lunaskan aku dari pasungan dendamku
Agar aku dapat masuk ke dalam misterimu
Mengajalkan cinta bukanlah hakikat kebenaran
Sebab aku tidak akan mencemaskan diriku sendiri


Aku tidak akan pernah mencemaskan diriku
Mengeringkan sejumlah gelas anggur
Sebab hakikat rindu adalah inti dari cinta
Yang lahir dari getar jiwa


Banjarbaru,1998

Tangis Sekuntum Bunga By. Arsyad Indradi

Diposting oleh eva yuanita di 5/01/2011 04:34:00 PM 0 komentar

Akulah paling bahagia punya rupa yang elok dan aroma wangi
Beribu ungkapan dan pelambang puja dan puji tentang diriku
Hidupku di tamantaman di potpot mau pun di jambangan berukiran indah
Aku selalu di vasvas penghias pesta meriah
Akulah pilihan sebagai ganti diri sebuah hati ketika
jejaka mengutarakan cintanya kepada sang kekasih
Dan akulah suntingan rambut si jelita ketika
menuju pelaminan dan pengharum ranjang pengantin
Ah rasanya kehabisan bahasa aku mengutarakannya


Tetapi setelah tahu risalahku
Duhai ternyata akulah paling malang di dunia ini
Menjadikan aku murung dan menangis
Menyadari keadanku ketika layu
Satupersatu tubuhku rontok
Dan berserakan di bumi lalu membusuk
Tak ada lagi yang mau peduli
Ternyata aku lebih buruk dari pada sampah


Wahai maafkan aku, Kekasih


Banjarbaru, 2002

Aku Tenggelam Dalam Cintamu By. Arsyad Indradi

Diposting oleh eva yuanita di 5/01/2011 04:32:00 PM 0 komentar

Duhai jangan kau sembunyikan rembulan
sehingga mataku serba kelam
Aku akan berlari ke telaga hatimu
Biarkan aku menceburkan diri
Biar hanyut dan tenggelam biarkan
Kau kan melihat tibatiba menjerit
dan mencemaskan diriku
Wahai jangan kau selamatkan aku, kekasih
Biarkan aku tenggelam sampai ke dasar cintamu
Dan terdampar di taman bunga hatimu
Akan kupetik sekuntum saja ya sekuntum saja
Bunga kasihmu
Pengobat rintihan malammalam sepiku


Banjarbaru,2003

Jatuh Cinta (Cinta Pertama ) Arsyad Indradi

Diposting oleh eva yuanita di 5/01/2011 04:31:00 PM 0 komentar

Jantungku selalu berdebar setiap ada ketukan
Lalu bergegas membuka pintu
Atau menyingkap gorden jendela dengan jemari bergetar
lalu melongok perlahan, duhai
Tidak seperti biasanya, berlamalama berdandan
dan tersenyumsenyum sendiri di muka cermin
Terkadang menangis tanpa sebab
menelungkupkan wajah di bantal, duhai
Atau bersenandung di kamar mandi
Suatu kali aku cemas mengharapkan ia kembali
setelah kuusir dari hadapanku
Ah hatiku berbungabunga jika ia kembali
Entah apa aku selalu ingin menang sendiri
Aku sekarang rajin menata ruang tamu
dan menatah bunga di vas sambil tersenyum
Tingkahku wahai tak luput dari perhatian ibuku :
Gadisku, kenalkan siapa gerangan jejaka itu
Aku malumalu, tapi ibuku sudah tahu jawabku.
Ia bernada enteng tapi sungguhsungguh :
Cinta banyak membawa perubahan sikap seseorang
Pesanku bijaklah terhadap cemburu dan rindu
Sebab ia terkadang membuat hati kita menjadi aneh
Mataku berkacakaca dalam pelukan ibu


Banjarbaru,2002

PRAJURIT JAGA MALAM By. Chairil Anwar

Diposting oleh eva yuanita di 5/01/2011 04:25:00 PM 0 komentar

Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ?
Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras,
bermata tajam
Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya
kepastian
ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini
Aku suka pada mereka yang berani hidup
Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam
Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu……
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu !

1948
Siasat,
Th III, No. 96
1949

MALAM By. Chairil Anwar

Diposting oleh eva yuanita di 5/01/2011 04:24:00 PM 0 komentar

Mulai kelam
belum buntu malam
kami masih berjaga
–Thermopylae?-
- jagal tidak dikenal ? -
tapi nanti
sebelum siang membentang
kami sudah tenggelam hilang

Zaman Baru,
No. 11-12
20-30 Agustus 1957

 

♥Bu Eva Journal♥ Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting